TINDAKAN NYATA LEBIH BAIK!!!


Siapakah orang yg paling setia mendengarkan semua ucapan kita, termasuk ucapan yg berupa nasehat? Jawabannya adalah diri kita sendiri. Bukankah kemana mulut kita pergi, kesana pula telinga kita mengikutinya.

Jadi menasehati orang lain secara tidak langsung juga berarti menasehati diri kita sendiri. Kita akan mendapat kebaikannya juga dari nasehat kita itu, seorang pemberi nasehat haruslah menjadi qudwah (teladan) dalam perkataan dan perbuatan, karena orang yang mendengar nasehatnya mesti akan memperhatikan gerak-geriknya.

Jika ternyata orang yang senantiasa memberikan nasehat kepada mereka justru melanggar wejangan yang diberikan, maka mereka akan meremehkannya dan akan berpaling, tidak menghiraukan dirinya dan nasehatnya lagi. Betapa banyak kita menjumpai da’i-’da’i yang tidak mampu mendorong dirinya untuk menjadi teladan yang baik bagi para mad’u (objek dakwah)-nya.

Menasehati orang lain dan memberinya motivasi melalui lisan adalah hal yang sangat baik, tetapi alangkah baiknya jika kita menasehati orang lain dengan sebuah tindakan yang kita lakukan. Dengan kata lain, kita memberi tamparan kepada orang lain bukan menggunakan tangan ataupun kata-kata yang pedas, tetapi kita memberi tamparan kepada mereka melalui tindakan. Ada sebuah filosofi “1000 kata mutiara dapat dikalahkan dengan 1 tindakan nyata”. Orang lain akan jauh lebih menghargai kita melakukan suatu tindakan nyata dari pada kita hanya menyampaikan banyak nasehat tetapi kita tidak pernah melakukan nasehat-nasehat yang kita sampaikan itu.

Advertisements
By Charles Sadewa Posted in Public

Berikan Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s