KERJA TIM (TEAM WORK)


Pendapat para ahli mengatakan bahwa “setiap manusia dilahirkan dengan tingkat kecerdasan bawaan yang sama, dan bahwa kemampuan lebih merupakan pencarian atau pembelajaran ketimbang bawaan”.

Berdasarkan asumsi tersebut sebuah organisasi apapun nama dan bentuknya hendaknya menjadi wadah pengembangan manusia dengan baik, organisasi harus menjadi wadah yang adil memberikan kesempatan untuk mendapatkan pembelajaran yang sama (equality of opportunity) baik secara kualitas maupun kuantitas bagi setiap individu dalam struktur tim tersebut.

Success cannot be spelled without you ! (Sukses tidakbisa diraih tanpa Anda !)

Berangkat dari kalimat ini apakah kita sudah sadar bahwa setiap individu punya peranan masing-masing dalam mencapai suatu tujuan, semua pihak harus berperan aktif, bahkan dari tingkat yang paling tinggi sampai yang paling rendah. Untuk itu sangat perlu adanya kerjasama.

Berbagai alasan untuk bekerjasama dalam sebuah  atau berbagai organisasi yang banyak dikemukakan oleh kita antara lain :

  • Kerja sama antar pribadi menghasilkan kinerja yang unggul
  • Disini dipenuhi orang dengan karakter dan kompetensi yang berbeda
  • Kita dalam satu aliran
  • Kita memiliki tujuan akhir yang sama

Dan lain sebagainya, dan bisa ditarik kesimpulan bahwa kerja sama antar pribadi dengan karakter dan kompetensi yang berbeda dalam satu kelompok yang memiliki tujuan akhir yang sama sehingga menghasilkan kinerja yang unggul.

Sebagai gambaran tentang pentingnya kerja sama dalam tim atau team work, berikut ada sebuah cerita:

Seorang Petani yang merasa prihatin dengan Kelima anaknya yang terus menerus saling bertengkar. Tidak ada kepercayaan atas Persaudaraan, tidak ada penghargaan atas Persaudaraan, hanya berkelahi, bertengkar, saling ejek. Akhirnya, Petani itu memanggil anaknya berkumpul bersama melingkarinya. Ditengah-tengah lingkaran ia melempar seikat lidi yang sudah diikat kuat dengan dua tali. Kemudian ia menunjukkan sekeping koin yang masih berkilau “ini kepingan emas milik ibumu nilainya sekitar 100 juta” katanya, “ Akan menjadi milik salah satu diantara kamu yang sanggup mematahkan ikatan lidi menjadi dua bagian”.

Kelima anaknya saling memandang satu sama lain, kemudian masing-masing anak mencoba  mematahkan ikatan lidi dengan cara mematahkan melalui kekuatan pada lututnya, menginjak, membanting, tapi semua cara ternyata sia-sia. Ikatan lidi tersebut ternyata “Tidak dapat dipatahkan” akhirnya mereka mengeluh. Namun Petani berujar “Bisa saya patahkan” dengan sambil mengantongi kepingan koin emasnya. Kemudian ia menekuk dan melepas tali pertama sehingga lidi mulai terurai.

Petani memegang ujung lidi tercerai berai dengan mengambil sebatang lidi diantaranya lalu dengan mudah mematahkannya, dan menyerahkan kepada anak pertama. Ia lalu melanjutkan dengan mematahkan lidi yang lain dan menyerahkan pada anak Kedua dan seterusnya sampai anak yang Kelima. Kemudian ia memunggut tali yang semula menyatukan lidi itu.

Petani menjelaskan “ Tali ini disebut PENGHARGAAN”  katanya “Dan tali yang ini KEPERCAYAAN “, dengan dua kekuatan yang menyatukan kalian semua, tidak ada musuh yang dapat mematahkan atau mengalahkan kalian jika bersatu. Tetapi jika kalian saling bertengkar dan bermusuhan, kalian mengalahkan diri kalian sendiri.” Demikian wejangan Petani kepada Kelima anaknya.

Advertisements
By Charles Sadewa Posted in Public

Berikan Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s