ALAM YANG BERBICARA DENGAN KITA


Sadar atau tidak alam mulai tidak bersahabat dengan kita. Seakan-akan alam ingin menunjukan kepada kita, bagaimana dia berbicara tentang yang sedang dia rasakan. Alam sudah berbicara di negeri ini dan kita hanya bisa mengelus dada tanda pasrah kepada alam. Ketika alam menanmpakan amarahnya di berbagai tempat dengan bencana yang tidak bisa kita duga kedatangannya. Padahal alam sebenarnya merupakan sahabat kita. Sahabat yang selama ini tidak kita pedulikan. Bahkan alam menjadi sahabat yang tidak lagi kita indahkan, kita campakan begitu saja dengan dalih kesejahteraan untuk umat manusia. Kita tebang hutan dimana-mana, kita gali bumi sesuka hati diberbagai tempat, kita cemari sungai dengan berbagi dalih alasan, lalu kita lupa bahwa alam juga bisa berbicara. Namun berbicaranya alam tidaklah seramah yang kita bayangan. Alam berbicara dengan bencananya. Alam berbicara yang sebenarnya kepada kita, menunjukan kepada kita semua akan ketidaksenangannya terhadap tingkah laku kita yang tidak lagi memperdulikan kelestariannya.

Dulu negara kita pernah mendapat julukan sebagai “PARU-PARU DUNIA” karena dulu negara kita memiliki luas hutan mencapai 162 juta hektar dan masih banyak yang sadar akan menjaga kelestarian alam. Tapi untuk sekarang mungkin julukan itu sudah tidak berlaku lagi dinegara kita. Karena sekarang banyak kebakaran hutan, banyaknya bencana, dan sudah hilangnya rasa kepedulian terhadap kelestarian alam. Bencana memang tidak bisa kita jauhkan dari yang namanya kehendak Tuhan Yang Maha Esa. Tapi bukan bermaksud mengenyampingkan hal itu, tanpa kita sadari juga, kitalah yang sebenarnya mengundang bencana itu sendiri.

Bencana-bencana yang sering terjadi saat ini seharusnya mulai menyadarkan kita semua. Tanda-tanda alam mulai goyah dan tidak ramah lagi benar-benar sudah kita rasakan, dan kita semua menyaksikan dengan mata kepala kita. Alam mulai goyah ini karena hutan tidak lagi bisa besinergi dengan bumi dan bumi juga tidak bisa besinergi dengan lautan karena ulah manusia. Bisa kita bayangkan bukan, apa yang akan terjadi selanjutnya? BENCANA PASTI AKAN DATANG!!!

Jika kita sudah tahu akibatnya akan seperti itu, maka masihkah kita semua tidak ingin kembali bersahabat dengan alam? Lalu apa yang seharusnya kita lakukan sehingga alam kembali bersahabat dengan kita?

Hanya kesadaran kita sendiri sebagai manusia yang bisa menjawabnya.

Referensi : http://manajemenemosi.blogspot.com/2011/02/ketika-alam-mulai-bicara.html

Advertisements
By Charles Sadewa Posted in Public

Berikan Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s