DIMANA ORANG INDONESIA?


Dimana Orang Indonesia?

Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk terbanyak ke 4 didunia. Tapi yang jadi pertanyaan sekarang dimana orang Indonesia? Loh emang orang Indonesia pada kemana?

Pada tahun tahun 2004 bangsa dan kebudayaan wayang kulit Indonesia mendapat undangan dari badan ilmu pengetahuan, organisasi pendidikan, dan kebudayaan PBB atau yang sering disebut dengan UNESCO untuk pentas digedung UNESCO di Paris, Perancis.

Dalam acara tersebut budaya wayang kulit yang merupakan kebudayaan asli dari Indonesia mendapatkan penghargaan sebagai Master Piece of The Oral and Intangible Heritage of Humanity. Kita patut bangga sebagai bangsa dan orang Indonesia, karena salah satu dari banyaknya kebudayaan Indonesia telah diakuai dunia.

Tetapi bukan itu yang ingin saya bahas disini, singkat cerita disela-sela pertunjukan itu, rombongan dari Indonesia didatangi seorang wanita asing, seorang wanita asli perancis.

“Pak Manteb, perkenalkan nama saya Sylvie Chantriaux, orang Prancis asli. Saya pelatih karawitan di Kedutaan Besar Indonesia di Prancis. Saya sudah lama mengagumi Bapak. Beruntung saya bertemu di sini sekarang,” ungkapnya dengan bahasa Indonesia patah-patah sambil memperkenalkan diri.

Ki Manteb yang disalami pun terhenyak. Begitu pula anggota rombongan yang lain. Mereka pun setengah tidak percaya dengan gadis yang mengaku berprofesi sebagai pelatih karawitan itu, apalagi pelatih karawitan di Kedutaan Indonesia.

Jeff Cottaz, pemandu rombongan dari Kedutaan Prancis yang hanya bisa tersenyum. Dia sudah tahu bahwa gadis itu adalah pelatih karawitan di kedutaan. Dia salah seorang warga Prancis yang intensif menggeluti seni pedalangan di Indonesia dan pernah ikut belajar di padepokan Ki Manteb Soedharsono selama dua tahun.

Rombongan selama di Paris sudah tidak asing dengan Jeff yang memang bisa berbahasa Indonesia dengan lancar, bahkan berbahasa Jawa dengan halus meski masih diwarnai cengkok bulenya.

Begitu mengenal gadis yang menjadi guru karawitan itu, rombongan terkejut dan juga sedikit menyesalkan. Bagaimana mungkin pelatih karawitan di Kedutaan Indonesia adalah orang asing.

Dubes Prancis Adian Silalahi hanya tertawa saat mengenalkan gadis itu. Begitu memang keadaannya. Gadis itu sudah setahun terakhir ini menjadi guru karawitan di kedutaan. Seminggu dua kali, dia melatih para karyawan kedutaan yang hampir semua warga negara Indonesia (WNI) dan sebagian di antaranya dari Jawa Tengah dan Yogyakarta.

“Yah sebenarnya kami memang harus malu. La wong kita yang punya gamelan, kita yang punya seni tradisional itu, kok malah berguru kepada orang asing. Akan tetapi karena keadaannya memang begitu, ya sudah apa boleh buat. Kami belajar gamelan dari orang asing,” ujar dia sambil tertawa.

Sungguh saya sangat menyesalkan dengan kejadian itu, kenapa bukan orang Indonesia yang melatih karyawan keduataan Indonesia di Perancis itu. Kalau malu, saya sebagai orang Indonesia sangat malu. Kalau di Dubes tidak ada pelatih yang mengajarkan gamelan, kenapa Dubes tidak mengambil atau menugaskan orang dari Indonesia yang bisa memainkan gamelan untuk bekerja dan mengajar disana. Dimana orang Indonesia?

Sumber: http://www.suaramerdeka.com/harian/0405/14/nas05.html

Advertisements
By Charles Sadewa Posted in Public

Berikan Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s